Jumat, 13 Juli 2012

Calon Independen Muncul Akibat Frustrasi Politik

Penulis : Kurnia Sari Aziza | Selasa, 19 Juni 2012


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan kepala daerah Provinsi DKI Jakarta terbilang sangat unik karena doiikuti dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur independen. Kemunculan calon non-partai ini dinilai sebagai pertanda rasa frustrasi warga terhadap kehidupan berpolitik.
Staf pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sudjito, mengatakan, Independensi itu muncul karena adanya situasi kegundahan politik di mana-mana. Ia menilai keberadaan calon independen itu merupakan terobosan baru.
"Kalau masyarakat ini semakin frustasi tidak ada jalan penyelesaiannya, maka situasi politik menjadi chaotic," ujar pengamat sosiologi itu dalam diskusi "Mencari Pemimpin Jakarta: Independen atau Partai"  di Gedung Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (19/6/2012).
Ia mengatakan, dorongan reformasi partai politik (parpol) ternyata tidak menghasilkan perubahan mendasar. Dari situlah masyarakat melibatkan diri dalam perebutan kekuasaan untuk memastikan agar demokrasi dan konsolidasi bisa berjalan progresif.
Menurut Arie, selama ini politik representasi yang otorisasinya melekat pada parpol dan parlemen dinilai gagal dimanfaatkan dengan baik sebagai sarana perjuangan rakyat. "Saya kira calon independen dianggap sebagai alternatif untuk menjawab kebuntuan politik supaya tidak terjebak pada frustrasi politik. Calon independen dalam pemilukada hendaknya dianggap sebagai alternatif mengatasi stagnasi politik, menjebol kebuntuan oligarki dan manipulasi politik representasi," katanya.
Arie berpendapat bahwa kemunculan calon independen dapat menekan biaya politik. Menurutnya, calon independen dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan pembaruan situasi demokrasi yang terjebak pada biaya politik tinggi. Biaya tinggi dalam berpolitik ini sering kali ditunjukkan oleh parpol sehingga berujung pada praktik korupsi. Ia mengharapkan agar calon independen memiliki terobosan baru untuk membawa perubahan.
"Memang tidak mudah untuk memenangkan pertarungan ini di mana pemilihnya juga sudah pragmatis. Namun, semuanya masih mungkin terjadi, jika calon independen mau bekerja keras menciptakan strategi dan terobosan baru sebagai alternatif membawa perubahan yang lebih baik," ujarnya.
Editor :
Laksono Hari W
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/06/19/21144139/Calon.Independen.Muncul.Akibat.Frustrasi.Politik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar