http://regional.kompas.com/read/2012/08/24/0217266/Urbanisasi.Tak.Selalu.Merugikan
KEPENDUDUKAN
Urbanisasi Tak Selalu Merugikan
Jumat, 24 Agustus 2012 | 02:17 WIB
”Pengelolaan kota eksklusif, memandang kota hanya dibesarkan oleh dirinya sendiri. Padahal, orang kota tidak bisa berbuat banyak tanpa orang desa,” ujar sosiolog Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (23/8).
Pekerja rumah tangga, sopir, tukang sampah, tukang sapu, dan buruh pabrik adalah sebagian pekerjaan yang digeluti warga dari desa. Ketiadaan mereka selama mudik Lebaran terbukti memusingkan warga kota.
Kedatangan warga desa ke kota-kota besar seusai Lebaran seharusnya memberi dampak positif jika pemerintah kota punya rencana mengelola mereka. Pengerahan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menyisir dan memulangkan pendatang tak akan pernah efektif selama pemerataan pembangunan dan penyediaan lapangan kerja di desa atau kota kecil tak pernah dilakukan.
Ketua Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry B Harmadi mengatakan, saat ini 54 persen penduduk Indonesia tinggal di kota. Selain akibat urbanisasi, banyak desa juga telah berkembang menjadi kota.
”Lebih banyaknya penduduk yang tinggal di kota sebenarnya pertanda baik. Artinya, makin banyak warga yang menikmati infrastruktur memadai,” katanya.
Namun, itu hanya terjadi di kota-kota yang sedang berkembang selain Jakarta. Jakarta sudah jenuh. Akibatnya, kualitas hidup mereka yang tak mampu bersaing di Jakarta justru lebih rendah dibandingkan dengan orang desa.
Untuk mencegah makin derasnya urbanisasi, lanjut Sonny, Pemerintah Jakarta perlu bekerja sama dengan paguyuban-paguyuban warga pendatang. Imbauan untuk tidak pindah ke kota harus terukur, didasari fakta berapa banyak pendatang yang berhasil di Jakarta setiap tahun.
Arie menambahkan, kreativitas warga desa perlu dikembangkan hingga mampu berinovasi di tengah keterbatasan sumber daya ekonomi desa. Pemerintah daerah harus berupaya agar daerahnya nyaman secara sosial dan ekonomi hingga masyarakat betah tinggal di desa. (MZW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar